Ongkir Marketplace Bukan Biaya Kecil: Kenapa Seller Butuh Kanal Langsung
Ketika ongkir dan biaya layanan pindah ke seller, bisnis yang bergantung pada satu marketplace ikut bergantung pada keputusan orang lain.
Baca Artikel →Articles on software engineering, UI/UX, and growing your digital presence.
Ketika ongkir dan biaya layanan pindah ke seller, bisnis yang bergantung pada satu marketplace ikut bergantung pada keputusan orang lain.
Baca Artikel →
Proposal website sering terlihat mahal atau membingungkan bukan karena vendornya asal memberi harga, tetapi karena brief belum cukup jelas untuk membandingkan scope yang sama.
Baca Artikel →
Jangan hanya cek tombol submit. Pastikan notifikasi form terkirim, masuk ke inbox yang benar, tercatat, dan tetap bisa dipulihkan saat email bermasalah.
Baca Artikel →
Website yang lambat jarang terlihat seperti krisis. Ia terlihat seperti calon pembeli yang menunda, tab yang ditutup, dan pesan yang tidak pernah masuk.
Baca Artikel →
Calon klien tidak selalu butuh daftar harga lengkap. Mereka butuh sinyal biaya, scope, dan proses agar tidak ragu menghubungi bisnis Anda.
Baca Artikel →
Banyak bisnis merasa aman karena sudah punya backup otomatis. Masalahnya, backup baru berguna kalau bisa dipulihkan saat website, data pelanggan, atau sistem kerja benar-benar bermasalah.
Baca Artikel →
Perhatian dari Instagram, iklan, referral, atau konten yang dilihat calon pelanggan belum cukup. Banyak calon pelanggan tetap mengecek nama brand sebelum menghubungi bisnis.
Baca Artikel →
Pertanyaan "sudah sampai mana?" sering bukan tanda pelanggan rewel. Bisa jadi website, form, WhatsApp, atau proses support belum memberi status yang cukup jelas.
Baca Artikel →